Setelah kejadian itu, Madan tampak murung sepanjang perjalanan, bahkan terlihat menyimpan banyak pikiran.Saat mereka hampir memasuki desa, akhirnya Madan tidak tahan lagi dan berkata, "Kalau dipikir-pikir, beberapa hal itu sebenarnya nggak ada hubungannya denganmu. Jadi kenapa harus terus dikejar sampai tuntas?""Memang nggak ada hubungannya denganku. Hanya saja, dalam dua hari lagi, seseorang akan segera mencapai tujuannya. Jadi aku ingin memberinya sedikit pelajaran.""Walaupun sebenarnya nggak terlalu berkaitan denganku, aku tetap merasa kesal. Aku ingin memberitahunya, nggak semua orang bisa dibodohi."Arlo menatap Madan sambil tersenyum tipis. Setelah berhenti sejenak, dia meneruskan dengan penuh makna, "Lagi pula, masih ada dendam satu panah, 'kan?"Madan membuka mulut, tetapi pada akhirnya tidak berkata apa-apa lagi. Yang lain merasa bingung mendengarnya.Hanya Nirkasa yang tahu Arlo sedang membicarakan orang yang melepaskan panah diam-diam itu. Bukankah seharusnya itu ulah ang
Read More