Matahari pagi di kota Melbourne, Kanada, menembus celah-celah kaca jendela dengan pendar keemasan yang lembut. Di dalam dapur rumah sederhana peninggalan mendiang ibu Levin, ketenangan semu sempat menyelimuti Miranda Ford. Aroma gurih kaldu ayam menguap dari panci yang mendidih. Miranda, dengan kemeja longgar yang digulung hingga sikut, sedang sibuk menguleni adonan tepung di atas meja kayu, bersiap mencetak pangsit daging kesukaan Noah untuk menu makan siang mereka. Untuk beberapa saat, ia merasa aman. Jauh dari hiruk-pikuk Manhattan, jauh dari laboratorium rahasia, dan yang terpenting—jauh dari jerat pesona George Riciteli yang merusak kewarasannya.Namun, kedamaian itu pecah berkeping-keping dalam satu detik.Dari arah halaman depan rumah yang ditumbuhi rumput liar, terdengar suara pekikan nyaring dari Noah. Itu bukan pekikan ketakutan, melainkan sebuah jeritan riang gembira yang teramat murni."George!"Tangan Miranda yang berlumuran tepung seketika membeku di udara. Jantun
Terakhir Diperbarui : 2026-06-14 Baca selengkapnya