Mayang menghela napas panjang. Nafas yang terasa begitu berat, seperti mengangkut seluruh beban dunia di dadanya yang rapuh.“Maafkan Mama,” suara Mayang semakin melemah, matanya mulai sayu, “Mama tidak bisa melihat Nala dan Nathan tumbuh dewasa. Tidak bisa melihat mereka lulus sekolah, menikah, memberiku cicit-cicit yang mungkin nakal seperti Bara dulu ...”Bara dan Indira semakin tak kuasa menahan tangis. Mereka berdua memegang erat tangan Mayang, seolah dengan memegangnya, mereka bisa menahan sang ibu untuk tetap tinggal.“Ceritakan tentang Mama pada mereka, Nak. Ceritakan bahwa Omanya mereka sangat mencintai mereka. Sampaikan pada Nala bahwa Oma akan selalu ingat senyumnya. Dan pada Nathan ... peluk dia untuk Mama.”“Kami akan ceritakan, Ma. Kami janji,” ucap Bara dengan suara tersengal.Mayang mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya. Dengan tangan gemetar, ia meraih tangan Bara dan tangan Indira, lalu menyatukannya. Dua tangan itu ia genggam erat.“Berjanjilah padaku,” bisik Mayang, “
Última atualização : 2026-04-02 Ler mais