Dewa menatap Radit dengan tatapan tajam. "Bicara apa?"Radit menarik napas dalam-dalam. Ini saat yang paling ia tunggu-tunggu sekaligus paling ia takuti. Sebagai adik dari mantan kekasih Dewa, Radit merasa perlu meminta restu secara langsung."Dokter Dewa, aku tahu hubungan aku sama Reina mungkin berawal dari hal yang nggak biasa. Kita udah kenal lama walau gak dekat. Tapi aku serius sama Reina, Kak. Aku sayang dia."Dewa terdiam, matanya menatap Radit dengan sorot yang sulit ditebak."Aku minta izin sama dokter Dewa untuk menikahi Reina," lanjut Radit dengan suara mantap meskipun hatinya berdebar kencang. "Aku akan jaga dia, aku akan buat dia bahagia. Aku janji."Dewa membuang muka, tampak berpikir keras. Beberapa saat kemudian, ia kembali menatap Radit. "Kamu tahu, Pak Radit. Reina itu adik satu-satunya yang aku punya. Orang tua kita udah nggak ada. Jadi aku kayak orang tua buat dia.""Iya, Kak. Aku paham.""Sejak keci
Read more