Setelah mobil papa dan mama lenyap di balik gerbang rumah, Nathan menghela napas lega. Kini saatnya mereka bergerak."Nala, kamu cari Mbak Yuli. Ajak dia main di ruang tamu. Aku akan cari Bik Rumi," ucap Nathan dengan nada penuh wewenang."Oke, Kak. Tapi Bik Rumi kan di dapur? Lagi masak buat makan siang," sahut Nala."Justru itu. Aku akan ajak dia ke ruang keluarga. Kita perlu bicara berempat. Harus ada orang dewasa yang terlibat, biar mama papa percaya!"Mereka berpisah. Nala berjalan menuju kamar Yuli yang berada di sayap belakang rumah, sementara Nathan melangkah cepat ke dapur. Dari balik pintu dapur yang setengah terbuka, ia bisa mendengar suara Bik Rumi sedang menyanyikan lagu dangdut sambil memotong sayur."Bik Rumi," panggil Nathan pelan.Perempuan paruh baya itu menoleh. "Iya, Den Nathan? Kok gak ikut papa mama jalan-jalan?""Gak mau, Bik. Aku mau ngobrol sama Bik Rumi sebentar. Penting."Bik Rumi mengernyit. Melihat raut serius di wajah Nathan yang masih belia, ia merasa ad
Read more