Celsie menoleh ke arah neneknya, sorot matanya tampak sendu. “Nenek nggak mau pulang. Dari tadi nenek di sini terus. Aku udah bilang nenek istirahat aja, tapi nenek nggak mau ninggalin aku. Padahal nenek lagi sakit."Indira menghela napas. Ia tahu betapa beratnya bagi seorang nenek yang sudah sepuh harus menjaga cucu satu-satunya sendirian. Ia teringat bagaimana nenek Celsie selalu menjemput Celsie di sekolah dengan senyum ramahnya, meski langkahnya tak lagi sekencang dulu.“Celsie,” ucap Indira sambil duduk di sisi ranjang, “Coba ceritain ke Tante, sebenarnya kejadiannya gimana? Katanya, kamu ditabrak mobil pas mau berangkat sekolah, Sayang?"Celsie terdiam sejenak. Wajahnya yang pucat tampak sedikit menegang, seolah ingatan tentang peristiwa itu masih terlalu segar dan menakutkan untuk diulang.“Aku…aku lagi jalan di trotoar, Tante,” ucapnya perlahan. “Tiba-tiba ada mobil yang naik ke trotoar. Aku sempet lari, tapi…” Celsie menggigit bibir bawahnya, menahan getar di suaranya. “Mobil
Last Updated : 2026-03-24 Read more