Dua minggu setelah pengumuman kehamilan itu, suasana di rumah Bara dan Indira terasa berbeda. Bara yang awalnya sangat perhatian dan protektif, perlahan-lahan kembali tersedot oleh rutinitas pekerjaannya yang tak pernah habis.Indira memahami itu. Sebagai seorang presdir perusahaan desain ternama, Bara memang memiliki tanggung jawab besar. Puluhan proyek, ratusan karyawan, dan target-target yang harus ia penuhi setiap bulannya. Tapi di sisi lain, sebagai seorang istri yang sedang mengandung di usia yang tidak lagi muda, Indira merasa ia juga butuh perhatian."Mas, pulangnya jangan terlalu malam, ya," pesan Indira suatu pagi saat Bara bersiap berangkat kerja.Bara yang sedang sibuk memasukkan berkas ke dalam tas kerjanya hanya menjawab singkat, "Iya, Sayang. Mas usahakan." Tapi usaha itu sepertinya tidak pernah cukup.Hampir setiap malam, Bara pulang saat Indira sudah tertidur. Kadang jam sebelas, kadang tengah malam. Bahkan beberapa kali ia pulang saat subuh, dengan alasan ada rapat d
Read more