Abra menyebutkan ulang detail pesanan untuk Serayu, tidak pakai kacang dan daun sop atau seledri. Ia juga menambahkan sate ati dan telur puyuh. Nadanya terdengar nyaris sombong, bukan disengaja, hanya terlalu yakin dengan apa yang ia minta.Sedanu yang berdiri di sampingnya menunduk seraya tersenyum kecil, mendadak teringat. Serayu memang tak pernah menyukai dedaunan penyedap di buburnya. Ingatan itu datang terlambat.Ia menyeringai kecil, lebih kepada dirinya sendiri sadar betul dirinya dan Abra beda posisi.“Mang, saya makan di sini ya, satu,” kata Sedanu pada pelayan yang berdiri tak jauh darinya. Lalu ia menoleh ke arah Abra. “Mas, saya pamit duduk.”Abra tak menanggapi. Pandangannya hanya melirik singkat, dingin, dan acuh. Lalu, ia kembali tertuju pada bungkusan pesanannya yang sudah rapi.Dari sudut matanya, Abra melihat punggung Sedanu menjauh, duduk di salah satu kursi. Lelaki itu mengeluarkan ponselnya yang berdering, menjawab panggilan, lalu meletakkannya di atas meja.Abra m
最終更新日 : 2026-02-09 続きを読む