Melihat siapa yang datang, Abra refleks menoleh dan menarik wajah istrinya agar menghadap ke arah lain mengabaikan Ryan yang tersenyum dari kejauhan.“Mas…,” gumam Serayu menegur.“Orang itu toxic. Jangan dekat-dekat,” ujar Abra dingin tepat ketika sosok yang dimaksud sudah berdiri di samping mereka.“Hai,” sapa Ryan ramah, senyumnya santai seperti biasa.Belum sempat Serayu menjawab, Abra melangkah setengah langkah ke depan tubuhnya otomatis menjadi sekat, menutup pandangan Serayu dari Ryan.“Mau apa ke sini?” tanya Abra ketus.“Mau tahu keadaan Serayu,” jawab Ryan polos.“Nggak perlu kepo. Kehadiran kamu malah merusak momen,” balas Abra tanpa basa-basi.Ryan menoleh sejenak ke sekeliling. Benar saja, hanya ada mereka bertiga bertemankan taman yang tenang dan bunga-bunga yang tertata rapi.“Mas,” tegur Serayu pelan, nadanya mengingatkan.“Saya baik-baik saja, Dok,” ucap Serayu akhirnya, sedikit memajukan tubuhnya agar bisa menatap lawan bicaranya.“Syukurlah,” kata Ryan tersenyum. “Se
最終更新日 : 2026-01-23 続きを読む