Malam di perkemahan terasa sangat sunyi.Angin berhembus melewati pepohonan pinus di sekitar danau. Sesekali terdengar suara dedaunan, atau bunyi serangga malam dari padang rumput.Api unggun di luar tenda sudah lama padam, dan hanya tersisa bara kecil yang redup.Di dalam tenda besar, Serena tidur dengan tenang di satu sisi, sementara Clarissa berada di sisi lain dengan selimut tebal menutupi tubuhnya.Di antara mereka, Luna berbaring dengan mata terpejam. Awalnya ia terlihat tenang, tapi perlahan alisnya mulai berkerut.Napasnya berubah tidak teratur. Jari-jarinya mencengkeram selimut di tangannya. Dalam mimpinya, Luna kembali berada di rumah lama yang gelap dan sempit.Ia berdiri di dekat mejadengan tangan gemetar sambil memegang mangkuk sup yang baru dimasak. Kemudian, terdengar suara langkah kaki dari luar. Duk.Duk.Duk.Langkah itu semakin mendekat, hingga jantung Luna kecil berdebar kencang.BRAK!Pamannya berdiri di sana dengan wajah marah. “Kenapa rumah ini berantakan lagi
Read more