Rion mengangkat tubuh Luna, mengeluarkannya dari dalam bathtub. Air menetes dari kedua tubuh mereka, lalu merembes ke lantai kamar mandi saat ia berjalan menuju kamar tidur yang berjarak tidak jauh.Tanpa berlama-lama, ia meletakkan Luna dengan hati-hati di atas kasur. Gadis itu terbaring dengan tubuh yang masih sedikit gemetar, matanya setengah terbuka melihat sosok pria di atasnya.Rion merangkak ke arahnya. Bibirnya mulai mengecup bagian tubuh Luna satu per satu, dari dahi, pipinya yang memerah, lehernya yang sensitif, hingga ke bagian atas dadanya yang sudah tidak lagi tertutup. Setiap ciuman membuat Luna mengerang lembut.“Mmmm… Tuan muda… jangan,” ucapnya dengan suara yang terengah-engah, sambil tangannya menggenggam seprai. Rion tidak menjawab dengan kata-kata, hanya melanjutkan ciuman ke arah bawah, menyeberangi bagian tengah tubuh Luna yang semakin panas. Ketika bibirnya menyentuh lekukan perutnya, Luna menarik napas dalam-dalam.“Aaaahh… Tuan, jangan di sana,” tubuhnya be
Read more