Luna berdiri cukup lama di depan cermin di kamarnya. Ia menatap bayangannya sendiri dengan ragu. Gaun yang ia kenakan terasa… terlalu indah untuknya.Beberapa jam yang lalu, ia masih yakin tidak akan datang ke acara penyambutan malam ini, apa pun yang terjadi.Namun rencananya gagal.Karena Serena sendiri yang datang ke paviliun sore tadi. Wanita itu membawa sebuah kotak besar dan memberikannya pada Luna. “Aku ingin kau datang malam ini, sudah lama sekali kita tidak mengadakan pesta.”Luna langsung menolak dengan halus.Namun Serena hanya tertawa kecil. “Ini pesta keluarga. Semua orang di mansion akan hadir.”Belum selesai di situ, bibi Elena juga ikut memintanya datang.“Ini acara tuan rumah, Luna. Kalau Nyonya Serena sudah meminta, kita tidak bisa menolak.”Dan akhirnya, Luna menyerah. Sekarang ia berdiri di depan cermin dengan gaun yang Serena berikan.Gaun itu berwarna biru lembut, hampir sama dengan warna matanya.Potongannya sangat cantik dan elegan, mengikuti bentuk tubuhnya
Read more