Sesampainya di rumah sakit, beberapa dokter dan suster segera menangani Margaret di dalam sebuah ruangan khusus.Sedangkan Bibi Letiti dan Sisi menunggu di depan dengan perasaan cemas. Sisi masih berusaha keras menghubungi Maxim. Namun, ternyata sia-sia, panggilannya tidak dijawab. "Bagaimana ini, Nyonya Letiti ... Tuan Maxim benar-benar tidak bisa dihubungi. Kalau terjadi sesuatu pada Nona Margaret, bagaimana?" Pelayan Sisi menyeka air matanya sedih dan bingung. Bibi Letiti duduk terdiam meremas dadanya. "Kau temui Rayan di depan, suruh dia ke Fratz sekarang juga untuk menjemput Tuan Maxim," perintah wanita itu. "Tapi, nanti—""Cepat, Sisi!" bentak Letiti pada bawahannya itu. "Baiklah!" Sisi langsung berlari ke depan menemui sopir dan memintanya untuk segera menjemput Maxim di Fratz. Bibi Letiti tertunduk sedih, wanita itu melirik kantong plastik berwarna putih, berisi dress kotor oleh darah yang tadi Margaret pakai. Wanita setengah baya itu kecewa pada dirinya sendiri. Padahal
Last Updated : 2025-12-30 Read more