"Bang, bawa ke rumah sakit! Cepet!"Teriakan seorang ibu membuat kerumunan kecil terbentuk di sekitar Marco. Orang-orang langsung mendekat. Ada yang menahan napas, ada yang menatap Deniz yang menangis keras, dan ada pula yang berbicara saling bersahutan."Mas, tanggung jawab dong!""Lihat tuh, ceweknya pingsan! Bayinya nangis!""Astaga, kasihan banget. Cepet bawa!"Marco telan salivanya. Ia masih menahan tubuh Sky dengan satu tangan dan menopang Deniz di tangan lainnya, berusaha supaya bayi itu tidak terjepit atau terlepas. Napasnya masih kacau akibat kejadian barusan."Aku nggak nabrak," kilahnya sedikit panik. "Dia yang--""Tapi hampir!" seru seorang pria paruh baya. "Udah, jangan bikin macet. Bawa dulu ke RS!"Marco ingin menjelaskan, ingin berkata bahwa perempuan itu yang tiba-tiba oleng ke tengah jalan, tetapi tidak ada satu pun kata yang keluar. Ia melihat Sky yang pucat, dingin, dan bibirnya nyaris biru.Dan bayi itu menangis dengan suara serak, seolah ikut merasakan derita ib
Last Updated : 2025-11-20 Read more