Saat Selene kembali ke kastil, langkahnya belum jauh dari ambang aula utama ketika Dirian sudah berdiri di sana, seolah memang menunggunya. Tatapan pria itu langsung tertuju padanya tajam, penuh perhitungan, dan jelas tidak sepenuhnya tenang.“Semakin hari,” ucap Dirian, suaranya rendah namun jelas terdengar oleh semua yang ada di sekitar, “kau semakin sering keluar. Dan itu membuatku tidak tenang.”Selene menghentikan langkahnya. Ia menatap Dirian tanpa tergesa, wajahnya tenang, nyaris lembut. “Apa lagi yang membuatmu tidak tenang?” tanyanya, nada suaranya tidak menantang, lebih seperti mengundang kejujuran.Dirian membuka mulut untuk menjawab, tetapi,“Mungkin ayah takut ibu hilang,” celetuk Dagny tiba-tiba, matanya berkilat penuh k
Last Updated : 2026-02-17 Read more