Dirian mengerutkan keningnya perlahan.“Grand Duke?” ulangnya, suaranya berat. “Maksudmu Grand Duke—”“Lelaki yang kau katakan tidak perlu kau kenal.”Selene memotong ucapannya sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya. Nada suara Selene tenang, tetapi cukup tajam hingga membuat ruangan itu kembali sunyi.Dirian langsung terdiam.Beberapa detik ia hanya berdiri tanpa berkata apa pun.Ia mengalihkan pandangannya ke samping, rahangnya menegang. Ekspresi kesal terlihat jelas di wajahnya, seolah ia sedang menahan sesuatu entah kemarahan, atau keinginan untuk menanyakan lebih banyak hal yang saat ini ia putuskan untuk ditahan.Selene menatapnya.Ia tahu Dirian mengerti siapa yang ia maksud. Dan justru karena itu ia menghentikan kalimatnya. Di belakang mereka, Bjorn, Jay, dan Mateo saling melirik satu sama lain.Udara di ruangan itu terasa semakin berat.Akhirnya Dirian menarik napas dalam dan kembali menghadap mereka bertiga. Wajahnya sudah kembali datar seperti biasanya, meskipun ketegan
Read more