Sesaat setelah kalimat itu keluar dari mulut Viviene, ruangan itu seolah membeku.Namun hanya sesaat.Detik berikutnya, Dirian bergerak.Langkahnya cepat dan penuh amarah, tubuhnya maju lurus ke arah Viviene seolah tidak ada seorang pun di ruangan itu yang bisa menghentikannya.Aura yang keluar darinya membuat udara di sekitar terasa menekan.Namun sebelum ia sempat mencapai kursi tempat Viviene duduk seseorang sudah berdiri di hadapannya.Lucien.Putra mahkota itu melangkah maju dan berdiri tepat di jalur Dirian, satu tangannya terangkat menahan dada pria itu.“Dirian.” Suaranya rendah namun tegas.Namun amarah yang sudah terlanjur membara di diri Dirian tidak berhenti begitu saja. Ia masih mencoba maju.Jay yang berdiri tidak jauh dari sana langsung bergerak cepat, mencengkeram lengan Dirian dengan kuat. “Cukup Yang Mulia.”Di sisi lain, Jayreth ikut maju dan menahan bahu Dirian. Sementara di belakang Lucien, Erick, Mateo, Sig, Lionel, dan Bjorn juga bergerak hampir bersamaan.Merek
Read more