Ruang kerja Kenan selalu terasa sunyi dan mencekam.Dindingnya dilapisi panel kayu gelap yang mengilap, bahan yang mampu menyerap cahaya dan membuat ruangan terlihat lebih luas dibandingkan aslinya.Jendela kaca besar membentang dari lantai hingga langit-langit, memperlihatkan taman belakang mansion yang tertata sempurna, namun tirai tipis setengah tertutup, menyaring cahaya terbenamnya matahari menjadi garis-garis lembut yang jatuh di lantai marmer.Di tengah ruangan, sebuah meja kerja besar dari kayu ebony berdiri kokoh. Permukaan mejanya rapi tanpa cela. Tidak ada kertas berantakan, tidak ada barang tak perlu. Hanya laptop, beberapa map hitam tersusun rapi dan sebuah asbak kristal.Kenan duduk di kursi kebesarannya.Posturnya tegak, bahunya lebar, satu kaki disilangkan santai—tapi aura yang terpancar dari dirinya tidak pernah benar-benar santai.Di antara jari-jarinya, sebatang rokok menyala.Ia menghisapnya perlahan.Asap putih tipis keluar dari bibirnya, melayang naik, lalu mengh
Last Updated : 2026-05-05 Read more