Nathaniel mentertawakan Elara. "Lain kali, lain kali aku mencubit diriku sendiri." Elara makin marah, dia pun mencubit lengan Nathaniel dengan kencang."Tapi, Sayang..." Nathaniel memeluk Elara dan berkata perlahan. "Lain kali jangan menyebut kata cerai lagi..."Elara menghela napas. "Baiklah, lain kali tidak lagi."Dia tidak menyangka Nathaniel akan bereaksi seperti ini.Tok, tok, tok! Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar. Elara tertegun, dia memandang Nathaniel dengan penuh kewaspadaan.Di saat seperti ini, di hari hujan, siapa yang datang?Ini kompleks perumahan khusus keluarga militer, orang biasa tidak bisa masuk. Ferdian belum kembali ke Kota Hadata, lalu siapa yang datang?Nathaniel menepuk punggung Elara, sama-sama dengan waspada berjalan ke pintu. Dia mengintip dari lubang intip, koridor di luar gelap gulita, tidak terlihat siapa pun."Ulah orang nakal?" tanya Elara dengan suara pelan.Nathaniel menggeleng dan memberi isyarat pada Elara untuk mundur dan menggendong anak me
続きを読む