Ciuman itu berlangsung tak hanya bibir bertemu bibir—tangan Karina bergerak dalam belaian lembut yang membangkitkan, usapannya menjamah halus di tengkuk, rambut, sisi wajah Dimas dan terus tanpa henti. Di sisi lain, pagutan bibir mereka diselingi desahan napas yang mencari oksigen.Tangan Dimas yang semula mendekap punggung Karina, bergerak turun untuk menopang tubuh wanita itu dari bawah—tepat di bagian bawah pinggulnya. Di sana—pada bagian yang lembut dan lunak itu, Dimas memberi tekanan-tekanan pelan, menyesapi gairahnya yang menanjak.Karina mulai mendesis lirih. Tiba-tiba saja, di tengah ciuman dalam itu, entah dapat keberanian dari mana, Karina menggigit bibir Dimas. Kontan Dimas merintih, sontak melepas tautan mereka. Namun alih-alih menyesal, Karina malah bertanya dengan suara menggoda.“Kamu mau banget ya, Dim?” bisiknya serak. Tatapannya berbinar dengan senyum lebar yang bagi Dimas … sangat cantik.Di depannya, Dimas menatap Karina datar. Seolah Karina menanyakan hal paling
Last Updated : 2026-01-31 Read more