"Ah ... " Desah Alina. Dika menjambak rambut Alina, lalu berbisik, "teruslah mendesah. Akhirnya kamu menunjukan wajah aslimu yang binal itu." Kesadaran Alina kembali, walupun sedikit. Ia mengigit bibirnya keras-keras, walaupun hanya kesadaran samar. Ia tetap harus mempertahankannya. "Kaiden tolong aku!" Gumam Alina tanpa sadar. Untungnya Dika tidak mendengarnya. Alina merasakan denyut yang semakin kuat di seluruh tubuhnya setelah berusaha menahannya, suntikan perangsang dari Dika memiliki efek lain. Semakin di tahan, akan semakin terangsang. Napasnya memburu, matanya berkaca-kaca, dan tangan-tangannya gemetar saat ia hampir melepas kancing bajunya yang putih tipis. Namun, tepat saat jarinya menyentuh kancing itu, tangan Dika tiba-tiba menahan gerakannya dengan kuat. Tatapan Dika berubah tajam, penuh kewaspadaan, lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah kursi depan dengan wajah tegang. "Hentikan mobilnya, kalian keluar dulu!" perintah Dika tanpa kompromi. Putra dan A
Terakhir Diperbarui : 2026-02-12 Baca selengkapnya