Dika terengah-engah, tubuhnya lemas seolah habis disedot seluruh tenaganya. Namun, begitu sosok Kaiden muncul di ambang pintu, bara kemarahan yang selama ini tersembunyi di dada tiba-tiba menyala menjadi kobaran api yang ganas. Matanya membelalak, rahang mengeras, dan tanpa pikir panjang, ia mengayunkan tinju ke arah wajah Kaiden."Tunggu!" suara berat menghentikannya. Dari arah belakang, sosok ibu dan ayahnya muncul tiba-tiba, seolah melayang tanpa suara. Via, sang ibu, menatap Dika dengan tatapan tajam dan suara dingin yang penuh ancaman, "Beraninya kamu berniat memukul tuan Kaiden."Dika terpaku sejenak, dada berdebar, tapi ia tak mau menyerah begitu saja. Suaranya bergetar tapi penuh keberanian, "Ibu, Viola bunuh diri karena Kaiden! Kenapa ibu malah membelanya?"Via mengangkat alis, ekspresinya berubah menjadi campuran kebencian dan ketidaksabaran. Namun sebelum ia menjawab, Damar, sang ayah, maju selangkah. Sorot matanya dingin dan tajam seperti pisau. "Dasar anak nggak tah
Last Updated : 2026-02-03 Read more