Vino melangkah masuk ke dalam bar dengan napas yang sudah memburu, matanya langsung menangkap pemandangan yang membuat darahnya mendidih—Risma duduk di antara dua pria, salah satunya jelas bukan dirinya. Tanpa pikir panjang, ia mengeluarkan ponsel dari saku dan dengan cepat mengabadikan momen Alina yang tertawa lepas, berhadapan dengan pria asing itu. Foto itu segera ia kirimkan ke Kaiden, seperti senjata yang siap meledak.Dengan langkah berat, Vino mendekati Risma. Wajahnya memerah bukan hanya karena marah, tapi juga karena rasa cemburu yang membakar. "Risma, kamu apa-apaan sih?" suaranya menggelegar, menuntut penjelasan.Risma mengangkat alis, mencoba menahan kesal. Matanya yang tajam menatap balik, seolah menantang. "Vino, kamu nggak lihat laptop di depan kami? Mereka sedang ngajarin Alina edit video, dan itu penting banget buat bantu dia," jawabnya dingin, suaranya penuh keyakinan, seolah tuduhan Vino terlalu konyol untuk dianggap serius."Aku sudah bilang sama kamu. Aku bak
Last Updated : 2026-01-22 Read more