Suasana seketika hening sejenak karena Sissy dan Rania masih terlalu kaget dengan ucapan ibu Sissy. Namun, untunglah Sissy begitu pintar mencairkan suasana. "Haha, Ibu bisa saja. Tapi supnya enak sekali! Biar aku saja yang makan kalau kau tidak mau, Rania!" Sissy meriah sup rumput lautnya. "Hmm, sebenarnya memang ada sedikit amis, di mana Ibu membelinya? Pantas saja Rania mual, tapi ini enak, aku habiskan saja!" "Astaga, lihatlah, Rania! Sissy itu anak gadis, tapi makannya seperti itu, rakus sekali!" Sissy dan ibunya terkekeh bersama, sedangkan Rania sama sekali tidak bisa tersenyum. Ibu Sissy pun mengobrol banyak hal bersama anaknya, sebelum ia pulang. Ia datang hanya karena undangan dan ia akan menginap di rumah kerabatnya. Dan rumah pun kembali sunyi setelah ibu Sissy pulang. Rania dan Sissy membereskan rumah, sebelum keduanya berbaring di ranjang. Namun, Rania tidak bisa tidur. Ia bolak-balik di ranjang, memejamkan mata lalu membukanya lagi. Perutnya masih terasa aneh, buka
Last Updated : 2025-12-14 Read more