Raynard masih mematung di tempatnya, belum benar-benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sampai tidak lama kemudian, suara Lira terdengar duluan. Untung saja Lira sudah melepaskan tangannya dari Raynard atau akan terjadi salah paham di sana. "Selamat malam semua," sapa Lira sambil menunduk sopan pada semuanya. Lira tersenyum, sebelum ia menyapa bosnya. "Pak Tanaya, Bu Tanaya. Bu Melinda, maaf aku masuk seperti ini." "Tidak apa. Ibu, tolong barangnya," seru Melinda. Bu Tanaya langsung mengeluarkan sebuah kotak dan Melinda pun menyerahkannya pada Lira. "Tolong antarkan ke rumahnya." "Baik, Bu." Lira menerima kotak itu. "Siapa ini, Melinda?" tanya Lisbeth yang langsung menyukai Lira pada pandangan pertama. Tipe wajah Lira itu hangat, sama seperti Rania. Dan Lisbeth menyukainya. "Oh, ini asistennya Melinda, Bu Lisbeth," sahut Bu Tanaya. "Masih muda sekali." "Dia masih ... berapa umurmu, Lira?" tanya Bu Tanaya lagi. "24 tahun, Bu," jawab Lira. "Ah, masih 24 tahun, hanya leb
Read more