"B-Bu ... Dita ...," lirih Rania dengan jantung yang memacu makin kencang. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan mantan mertuanya itu. Dita sendiri langsung berdiri dari kursinya saat menatap Rania di sana. Tatapannya goyah. Rania yang ia lihat di hadapannya sama sekali bukan Rania yang dulu. Penampilan keduanya sangat berbeda, wibawanya, caranya berdiri, semua berbeda, tapi satu yang masih sama, tatapan wanita itu masih sama hangatnya dengan dulu. Air mata Dita berkumpul di pelupuk matanya, bersiap untuk meluncur keluar. Dalam hatinya, mendadak menyusup rasa malu yang tidak bisa ia lukiskan. "Rania! Rania!" panggil Dita sambil perlahan melangkah mendekati Rania. Rania sendiri masih berdiri di tempatnya, tidak yakin apa yang Dita inginkan, tapi sumpah dalam hatinya sekarang, ia ingin berdamai, tidak mau lagi menghadapi Dita yang sinis seperti dulu. "Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi. Kau terlihat hebat, Rania. Ibu senang melihatnya," seru Dita lagi dengan na
Last Updated : 2026-02-10 Read more