Share

Penasaran

Author: Mommykai22
last update Last Updated: 2026-02-28 23:06:12

Raynard tidak pernah menyangka ia akan bertemu dengan Lira. Lagi-lagi secara kebetulan.

Sejak Lira keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan penuh emosi, Raynard sudah melihatnya. Dinding kafe itu dari kaca sehingga Raynard bisa melihat kondisi di luar.

Raynard takjub dan tersenyum kecil karena kebetulan itu. Ia berniat menyapa Lira begitu wanita itu mendekat. Tapi wanita itu tidak melihatnya. Bukan hanya tidak lihat, tapi Lira melangkah begitu cepat sampai ke meja di belakang Rayna
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Penasaran

    Raynard tidak pernah menyangka ia akan bertemu dengan Lira. Lagi-lagi secara kebetulan. Sejak Lira keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan penuh emosi, Raynard sudah melihatnya. Dinding kafe itu dari kaca sehingga Raynard bisa melihat kondisi di luar. Raynard takjub dan tersenyum kecil karena kebetulan itu. Ia berniat menyapa Lira begitu wanita itu mendekat. Tapi wanita itu tidak melihatnya. Bukan hanya tidak lihat, tapi Lira melangkah begitu cepat sampai ke meja di belakang Raynard dan mendadak menggebrak mejanya penuh emosi. Raynard tersentak kaget melihat betapa barbar wanita itu, padahal ia pikir, Lira itu cukup kalem dan anggun. Lira membentak dan bertengkar dengan seorang pria sampai menjadi tontonan orang satu kafe. Entah mengapa, Raynard mendadak ikut malu padahal Raynard tidak ada hubungannya dengan ini. Awalnya Raynard pikir, pria itu adalah kekasih Lira, tapi belakangan ia baru tahu kalau pria itu adalah adik Lira. Sampai akhirnya pertengkaran itu selesai,

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Keributan di Restoran

    Raynard mencari tentang Melinda Tanaya di internet malam itu. Semua foto Melinda dan sepak terjangnya di dunia bisnis muncul begitu saja. Raynard menggeram kesal. "Sial! Seandainya aku mencari tentangnya sejak awal, aku tidak mungkin salah mengenali orang." Ditatapnya foto-foto Melinda. Sama sekali bukan foto seksi, melainkan foto anggun dan berwibawa layaknya pengusaha pada umumnya. Cantik, sangat cantik. Bahkan saat akhirnya bertemu di acara makan malam tadi, Melinda juga sangat ramah, sangat pintar, dan sangat menyenangkan. Namun, anehnya, Raynard terus memikirkan sang asisten yang bernama Lira itu. "Ah, Raynard! Apa yang sebenarnya ada di otakmu sampai kau bisa mengira dia itu Melinda. Biasanya kau tidak begitu." Sampai Raynard akhirnya sudah berbaring di ranjangnya sendiri, ia masih tidak berhenti memikirkan kebodohannya. Pagi itu, seperti biasa Raynard ke restoran untuk melihat progres restorannya. Lucas mampir ke sana pagi itu dan mengajak adiknya minum kopi bersama di se

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Ternyata Seorang Asisten

    Raynard masih mematung di tempatnya, belum benar-benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sampai tidak lama kemudian, suara Lira terdengar duluan. Untung saja Lira sudah melepaskan tangannya dari Raynard atau akan terjadi salah paham di sana. "Selamat malam semua," sapa Lira sambil menunduk sopan pada semuanya. Lira tersenyum, sebelum ia menyapa bosnya. "Pak Tanaya, Bu Tanaya. Bu Melinda, maaf aku masuk seperti ini." "Tidak apa. Ibu, tolong barangnya," seru Melinda. Bu Tanaya langsung mengeluarkan sebuah kotak dan Melinda pun menyerahkannya pada Lira. "Tolong antarkan ke rumahnya." "Baik, Bu." Lira menerima kotak itu. "Siapa ini, Melinda?" tanya Lisbeth yang langsung menyukai Lira pada pandangan pertama. Tipe wajah Lira itu hangat, sama seperti Rania. Dan Lisbeth menyukainya. "Oh, ini asistennya Melinda, Bu Lisbeth," sahut Bu Tanaya. "Masih muda sekali." "Dia masih ... berapa umurmu, Lira?" tanya Bu Tanaya lagi. "24 tahun, Bu," jawab Lira. "Ah, masih 24 tahun, hanya leb

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Sesuatu yang Salah

    "Selamat malam semua, maaf aku terlambat." Melinda masuk ke ruang VIP dengan gaun santainya yang anggun. Ia buru-buru berganti baju dan memoleskan make up tipisnya agar ia terlihat cantik di depan semua orang. Melinda tahu bahwa orang tuanya berencana mengenalkannya pada Raynard, anak dari pemilik Skyline. Melinda sudah mencari tahu banyak tentang Raynard dan Melinda mengagumi sosok Raynard. Bahkan, tidak jarang Melinda menonton YouTube dan Tiktok milik Raynard dan ia makin tertarik. Walaupun perjodohan ini belum resmi diumumkan, tapi Melinda berharap ia bisa berhubungan lebih jauh dengan pria itu. Hanya saja, pria itu belum terlihat di dalam ruang VIP malam itu. "Oh, akhirnya Melinda datang." Pak Tanaya dan Bu Tanaya langsung bangkit berdiri. "Melinda, ayo sapa semua!" Melinda berdiri di tengah orang tuanya dan menunduk sopan. "Apa kabar semua?" Rosano dan Camilla ikut berdiri. "Apa kabar, Melinda? Kau cantik sekali!" puji Camilla. "Terima kasih, Tante. Apa kabar, Om? Da

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Jamuan Makan Malam

    "Bagaimana pesta kemarin?" Keluarga Mahendra sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi itu dan Camilla langsung menatap anaknya penasaran. Raynard melirik ibunya sejenak dan mengangguk. "Lancar, aku bertemu banyak teman di sana." "Lalu apa kau sudah bertemu Melinda?" Raynard terdiam sejenak mendengarnya. "Haruskah aku bertemu dengannya?" "Dia ada di pesta itu mewakili Tanaya Group, seharusnya kau berkenalan dengannya." Raynard tidak menyahut dan hanya mengunyah makanannya, tapi akhirnya ia tahu kalau wanita itu memang benar Melinda. Raynard memang tetap tidak mencari tahu apa pun tentang Melinda di internet karena harga dirinya tidak mengijinkan. Dan sampai detik ini, ia masih yakin wanita yang ia temui itu adalah Melinda. "Tidak apa! Kalau tidak bertemu juga tidak apa, bukankah kalian akan makan malam bersama?" sahut Lisbeth tiba-tiba. "Ya, akhir pekan besok, kita akan makan malam bersama dengan keluarga Tanaya sekaligus memperkenalkan Raynard dan Melinda secara resm

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Jalan Ninjanya

    "Kau bertemu dengan Chef Raynard? Kau serius, Lira?" Mefi memekik tidak percaya saat Lira memberinya foto Raynard di pesta. "Ya, tanpa sengaja aku bertemu dengannya, lalu aku bercerita kalau aku punya teman yang mengidolakannya dan aku minta foto." "Oh, kau serius, Lira? Bagaimana kau bisa tiba-tiba minta fotonya? Apa dia langsung setuju? Kau bilang bagaimana? Dan dia menjawab apa? Dia pasti sangat ramah kan?" Mefi mendadak heboh dan terus bertanya, tapi sebelum Lira sempat menjawab, ponselnya sudah berbunyi.Lira langsung sigap meraih ponselnya, takut Melinda menelepon. Namun, alih-alih Melinda, yang muncul adalah tulisan Ibu di sana. Lira langsung mengembuskan napas panjangnya, tapi tidak mengangkatnya. Mefi menaikkan alis. "Siapa yang menelepon? Mengapa tidak diangkat?" Lira menunjukkan ponselnya. "Seperti biasa." Mefi langsung menutup mulutnya mengetahui ibu Lira menelepon karena ia tahu hanya ada satu alasan mengapa ibunya menelepon, yaitu minta uang. "Itu ... kau tidak m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status