Leni tidak bisa membuka matanya setelah mengirim pesannya. Kepalanya sangat pusing dan tubuhnya mulai panas. "Ya ampun, panas sekali. Ada apa ini? Ternyata mabuk sangat tidak enak." Dengan tangan gemetar, Leni menyimpan ponselnya kembali. Belum sempat ia membuka pintu bilik toilet, ketukan sudah terdengar. Dua wanita yang tadi di toilet sudah keluar, dan Hendy langsung masuk ke sana, tidak akan membiarkan mangsanya kabur begitu saja. "Leni, kau di dalam? Kau baik-baik saja kan?" Leni membuka pintunya dan karena sempoyongan, langsung jatuh ke pelukan Hendy. "Kak Hendy, aku mabuk." "Tidak apa, mabuk itu normal setelah minum alkohol, aku akan mengantarmu pulang nanti ya." "Tapi aku mau pulang sekarang." "Hei, tidak boleh begitu, acara belum selesai. Teman-temanku belum pulang, itu tidak sopan." Sejak tadi, bukan pertama kalinya Leni minta pulang. Ia sudah berbisik pada Hendy untuk pulang saja karena ia tidak nyaman, tapi Hendy tidak mau pulang. Itulah yang membuat Leni minta Li
続きを読む