"Raynard! Ya Tuhan, yang benar saja! Membuat pangsit? Bagaimana cara membuatnya? Aku tidak bisa, Raynard!" serunya lagi. Namun, Raynard sudah masuk duluan ke dalam restoran. Lira pun terpaksa ikut masuk juga. Restoran sepi, tapi tetap ada beberapa orang di sana dan Lira begitu lega, berarti ia dan Raynard tidak benar-benar berdua saja. "Selamat malam! Permisi, aku mencari Raynard.""Oh, Chef menunggu di dapur, mari aku antar." Salah satu pelayan mengantarkan Lira ke dapur tempat Raynard berada. Lira langsung mematung sejenak melihat dapurnya. Lira pikir restorannya sudah paling bagus, ternyata dapurnya lebih bagus lagi. Dapur itu besar dengan banyak rak-rak besi, semua desainnya sama persis seperti di film-film yang pernah ia tonton. "Sudah semua, Chef," lapor salah seorang anak buah yang tadinya mememani Raynard menyiapkan semua bahan membuat pangsit. "Terima kasih, kalau kau mau pulang dulu, silakan." "Terima kasih, Chef. Permisi, Bu." Anak buah Raynard berpamitan dan Lira han
Read more