"Selamat ya, Syafan. Aku kaget waktu dapet undangan resepsi. Padahal rasanya baru kemarin kita ngerayain kepulangan kamu ke Jakarta," ucap Naya, sahabat sekolah Syafana."Terima kasih sudah mau datang. Maaf, selama ini aku jarang menghubungi kalian," balas Syafana.Suara tawa dan bicara saling bersilang membanjiri ruang ballroom membuat suasana resepsi semakin hangat dan ramai.Di sudut paling depan, Bu Salsa menatap putri tunggalnya yang terlihat begitu bahagia. Mata Bu Salsa mendidih, kemudian tetesan air mata jatuh begitu saja. Hingga tiba-tiba, sebuah lembar tisu putih muncul di depan matanya. “Lihatlah, mereka begitu bahagia sampai hatiku juga terasa penuh,” ujar Nyonya Anindita dengan nada lembut, sambil menepuk bahu Bu Salsa perlahan. Bu Salsa menoleh, ia menerimanya selembar tisu itu seraya mengatakan, “Terima kasih Nyonya Anindita karena anda sudah menerima Syafana sebagai bagian dari keluarga anda.”“Tidak, jangan berterima kasih seperti itu. Justru, akulah yang berterima
Last Updated : 2025-12-21 Read more