"Ya Tuhan, Syafana!"Bab 95. “Syafana!”Suara Ghaisa keluar terkejut, tidak sempat dia kendalikan. Dia menepuk pipi Syafana dengan pelan, jari-jari dia gemetar ketika menyentuh wajah yang pucat pasi. “Syafana, bangun!” panggilnya lagi, suaranya sudah bergetar hebat, mata mulai berair. Syafana tidak bergerak sedikit pun hanya napasnya yang terengah-engah dan tidak teratur.Pandangannya memutar kencang, mencari siapa pun yang ada di dekat. Tanpa ragu, dia membuka mulutnya dan berteriak sekeras mungkin, “Tolong! Siapapun yang ada diluar tolong kami!’Suaranya bergema, tapi tidak ada tanggapan. Hanya bunyi gema yang terdengar, membuat dia semakin panik. Dia kembali menepuk pipi Syafana, tangan semakin gemetar, “Tolong bangun, Syafana!”Brak!Seorang office boy bergegas masuk, kemejanya kusut dan keringat membasahi dahinya. Matanya membelok ke Syafana yang tergeletak, lalu ke Ghaisa yang kaca, “Apa yang terjadi, Mbak?” “Nama kamu apa?!” tanya Ghaisa cepat, tidak punya waktu main-main.“
Last Updated : 2025-12-13 Read more