Mobil terus melaju membelah jalanan kota yang mulai ramai. Khalisa menyandarkan tubuhnya dengan nyaman di kursi penumpang. Senyum kecil masih menghiasi wajahnya setelah percakapan tentang ibu Zidan. Beberapa menit kemudian, mobil memasuki halaman rumah. "Sudah sampai," ucap Zidan. Khalisa mengangguk pelan. Di teras rumah, terlihat Tami dan suaminya, Om Yono, sedang duduk santai sambil menikmati teh hangat. Begitu melihat mobil mereka masuk, Tami langsung berdiri. "Nah, akhirnya pengantin baru datang juga." Wajah Khalisa langsung memerah. "Tante..." Om Yono tertawa kecil. "Baru sehari nikah sudah susah dicari." Khalisa semakin malu. Sementara Zidan hanya tersenyum santai. "Kami cuma mampir sebentar ke rumah lama Khalisa, Om." Om Yono mengangguk mengerti. "Bagus. Rumah itu memang penuh kenangan." Mereka kemudian masuk ke dalam rumah bersama-sama. Begitu masuk, Tami langsung menggandeng tangan Khalisa. "Gimana? Senang lihat rumah orang tuamu lagi?"
Read more