Setelah suasana kembali sedikit tenang, Bu Laila akhirnya mengajak Arini masuk ke kamar kecil di bagian belakang kontrakan.Kamar itu tidak luas. Hanya ada sebuah kasur tipis, lemari plastik, dan meja kecil yang sudah terlihat kusam."Sudah, kamu istirahat saja," ujar Bu Laila.Arini mengangguk pelan."Iya, Bu."Bu Laila kemudian keluar dari kamar.Berbeda dengan sebelumnya, kali ini pikirannya sudah jauh lebih ringan. Uang yang diberikan Arini membuatnya tidak lagi memikirkan dari mana putrinya mendapatkannya.Baginya, selama masih ada uang untuk membeli makanan, masalah itu bisa dipikirkan belakangan.Sementara itu, Arlina yang masih berada di ruang tengah diam-diam memperhatikan kakaknya.Ada sesuatu yang membuatnya penasaran.Sikap Arini berbeda dari biasanya.Apalagi setelah mendengar pertanyaan Pak Arman.Arlina tidak langsung masuk ke kamarnya.Ia memilih menunggu beberapa saat.Ketika melihat Bu Laila sudah kembali duduk di ruang depan sambil memeriksa uang yang diberikan Arin
Read more