Setelah melayani pelanggan dan merapikan barang di toko hingga sore, Khalisa akhirnya pulang. Ia menyetir sendiri. Jalanan terasa biasa saja, tapi pikirannya penuh. Lelah… bukan hanya fisik, tapi juga hati. Semua kejadian hari itu seperti berputar ulang di kepalanya—Adit, Kayla, dan Zidan. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Mobilnya perlahan masuk ke halaman rumah. Begitu turun, langkahnya terhenti. Halaman rumah terlihat rapi. Rumput dipotong pendek, tanaman tersusun indah. “Wah… indah sekali,” celetuknya pelan. Di sudut halaman, Yono sedang merapikan sisa potongan rumput. Khalisa langsung menghampiri. “Ya ampun, Om… gak usah repot-repot potong rumput,” ucapnya dengan senyum yang mulai mengembang. Perasaan hangat perlahan muncul. Seperti… punya orang tua lagi di rumah ini. Yono menoleh dan tersenyum. “Gak apa-apa. Biar enak dilihat,” jawabnya santai. “Sana masuk, bersihin diri dulu. Om beresin ini sebentar lagi.” “Baik, Om,” jawab
อ่านเพิ่มเติม