(Di ruang ICU) Dimas terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dikelilingi oleh berbagai macam alat medis. Wajahnya pucat dan penuh luka, matanya terpejam rapat. Ia tidak sadarkan diri sejak kecelakaan itu terjadi. Tiba-tiba, jari-jari Dimas bergerak pelan. Matanya terbuka perlahan, menampakkan tatapan kosong dan bingung. Ia melihat sekelilingnya, mencoba mengenali tempat itu. "Di ... mana ... aku?" bisiknya lirih, suaranya hampir tak terdengar. Seorang perawat yang sedang berjaga di dekatnya segera menghampirinya. "Anda di rumah sakit, Pak Dimas. Anda mengalami kecelakaan." Dimas mengerutkan kening, mencoba mengingat apa yang terjadi. Kemudian, bayangan-bayangan masa lalu berkelebat di benaknya: Maura, Revan, Nabila, ibunya, klub malam, alkohol, dan kecelakaan itu sendiri. Air mata menetes dari sudut matanya. "Maura ..." bisiknya lagi, kali ini dengan nada yang lebih jelas. "Di mana ... Maura?" Perawat itu tersenyum lembut. "Nanti saya panggilkan, Pak. Anda istirahat saja dulu.
Read more