"Kau baik-baik saja, Bos?" Leo akhirnya pindah tidur ke kamar tamu bersama Gary. Sejak pindah ke apartemen, Gary memang sering menginap kalau Leo memintanya. "Apa aku terlihat baik-baik saja, Gary?" jawab Leo duduk frustasi di sofa kamar. Dadanya sesak dan napasnya ikut tersengal saking marahnya. "Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, Gary! Sial! Lebih baik dia marah, dia berteriak, dia menamparku! Ya, itu lebih baik daripada dia terus menangis dan menolak menatapku." "Dia pasti merasa bersalah, Bos." "Aku sudah bilang aku bisa mengabaikan semuanya tentang dia. Aku mencintainya, Gary, itu yang penting!" "Tapi bagi wanita, mungkin tidak sesederhana itu, Bos. Bersabarlah, Bos! Berikan Bu Elisa waktu, sementara kita tetap menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan." Leo mengembuskan napas panjangnya dan tidak menjawab lagi. Bahkan moodnya terus jelek sampai ia tidak bisa tidur malam itu. Cukup lama Leo hanya duduk di sofa, menatap pintu kamar Elisa. Leo begitu ingin masuk da
Ler mais