Elisa melangkah cepat di koridor rumah sakit bersama Leo dan Gary di tengah malam itu. Begitu mengetahui bahwa Arman sadar, rasa gelisah di hati Elisa hilang dan berubah menjadi antusias ingin bertemu. "Suster, bagaimana kondisi Ayahku?" tanya Elisa begitu tiba di sana. "Kondisinya sudah stabil, Bu, hanya emosinya yang belum stabil. Awalnya Pak Arman masih sangat lemas dan mengeluh pusing, dia belum terlalu kuat bicara, tapi mendadak Pak Arman teringat ayahnya dan terus bertanya. Kami tidak berani menjawab apa pun." Elisa menelan saliva mendengarnya. Bahkan begitu Arman sadar dari koma, yang dicari pertama kali adalah Darmawan. "Boleh aku melihatnya?" "Silakan, Bu." Tangan Elisa sedikit bergetar dan Leo melihatnya. "Kau mau aku temani, Sayang?" Elisa menoleh menatap Leo dan menggeleng. "Tidak, dia akan makin mengamuk melihatmu." Leo mengangguk. "Ya, itu benar. Tapi hati-hati, jangan terlalu dekat, aku takut ...." "Aku tahu, Leo," sela Elisa. Ia sangat tahu walaupun Arman adal
Leer más