"Tidak diangkat juga, Bos!" Gary mencoba menelepon Rahmat beberapa kali, tapi Rahmat tidak pernah mengangkat teleponnya. Leo pun mengernyit. "Apa kau yakin yang meneleponmu itu benar-benar Rahmat?" "Dia bilang begitu, dia bisa menyebutkan kejadian dulu dengan jelas, jadi siapa lagi kalau bukan Rahmat?" Leo mengangguk. "Kalau begitu, coba telepon lagi!" Gary mencoba, menelepon beberapa kali, tapi tidak diangkat juga, bahkan akhirnya ponsel Rahmat tidak aktif lagi. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu telepon balik dari Rahmat, sambil meminta anak buah mengawasi kafe, siapa tahu mereka melihat kedatangan Rahmat. Namun, sampai sore menjelang, tidak ada berita dari Rahmat juga. "Dia tidak bisa dihubungi lagi, Bos," lapor Gary. "Mungkin dia berubah pikiran lagi, Gary. Tunggu saja dulu! Lebih baik kita ke Wijaya Group dulu untuk melihat perkembangan di sana." Gary dan Leo pun pergi ke Wijaya Group, tapi begitu turun dari mobil, Leo langsung diserbu para wartawan yang
Ler mais