"Lepaskan aku, Brengsek!" Wira terus memberontak saat ia dibawa keluar dari gudang. Alih-alih dilepaskan, Wira malah terus dibawa sampai ke gudang samping. Bukan hanya dua anak buah yang membawanya, tapi dua anak buah lain mengikutinya, entah apa maksud mereka. "Kalian tidak ingat siapa bos kalian, hah? Aku bos kalian! Aku yang memberi kalian perintah dan menjaga kalian selama ini!" geram Wira. "Yang menggaji kami adalah Pak Darmawan, jadi kami harus patuh padanya." "Sial! Darmawan brengsek itu!" "Sekarang kami juga akan menjalankan perintahnya." "Apa maksudmu?" Wira masih dipegangi sampai ia tidak bisa bergerak, tapi matanya yang awas selalu siaga membaca semua situasi dan ia melihat satu di antara anak buah itu mengeluarkan sebuah pisau yang berkilat. Wira membelalak. Pasti Darmawan menyuruh mereka menghabisi dirinya. "Tugasmu sudah selesai, Wira!" Pisau itu pun dihunuskan ke arah Wira, tapi beruntung, latihannya bertahun-tahun membuat ia bisa menghindar dengan cepat. "Si
Ler mais