Alex mengerutkan kening. Dia menoleh ke arah Clara. Putrinya menggaruk pipinya, seolah tidak terjadi apa-apa, dan tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Jason mengetuk-ngetuk jarinya di tutup teko dan menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri. "Kalau kamu nggak tega berpisah dengan Clara, aku juga bisa tinggal di Hulga bersamanya untuk menjaga kalian berdua.""Kalau aku nggak salah, kamu satu-satunya putra Keluarga Horman, 'kan?" Alex mengambil cangkir tehnya dan menyesapnya. "Kalau kamu tinggal di Hulga, apa Keluarga Horman akan mengizinkannya?"Jason berhenti menyesap kopinya sejenak, lalu mendongak. Nadanya tenang, tetapi juga tegas. "Bisnis Keluarga Horman memang membutuhkan orang untuk mengelolanya, tapi warisan keluarga bukan hanya bergantung pada bisnis, tapi juga pada orang-orangnya. Orang tuaku bukanlah orang yang nggak masuk akal. Mereka akan mengerti dan menerima apa pun yang aku inginkan. Selain itu, baik aku berada di Hulga ataupun Kota Bovia, menyeberangi kedu
続きを読む