"Melvin, kamu adalah anakku yang paling pintar, yang paling kupercaya, dan juga yang paling mengerti aku." Tuan Besar Irawan berjalan ke samping dengan tangan di belakang punggungnya dan melanjutkan, "Kalau kamu menuruti perkataanku waktu itu dan menikahi putri Keluarga Angga, putramu pasti sudah menjadi ahli warisku sejak lama, dan bukannya Victor."Fatma memandang Melvin.Melvin menarik napas dalam-dalam. "Seandainya aku benar-benar menurutimu dan menikahi putri Keluarga Angga waktu itu, kamu pasti akan puas, tapi apa aku akan tetap menjadi seperti sekarang ini? Ayah, terkadang aku benar-benar iri pada saudara-saudaraku. Setidaknya mereka bisa memilih sendiri, sementara aku nggak pernah bisa. Kamu menghargaiku, tapi bukankah ini semacam belenggu bagiku?"Tuan Besar Irawan mengerutkan kening. "Kamu ingin melawanku demi mereka hari ini?""Kalau Ayah nggak mau melepaskan mereka, aku terpaksa harus begitu."Suasana di ruang tamu sangat mencekam. Bahkan, para pengawal di luar pintu pun ti
اقرأ المزيد