Dengan tenaga terakhir, kutarik kain celanaku kuat-kuat sampai terdengar suara robek pelan. Aku terjungkal masuk ke kamar. Bersamaan dengan itu, suara kunci diputar dari luar.Klik.Aku bangkit sempoyongan, berdiri kaku di depan pintu. Otakku berteriak mencari alasan masuk akal. Apa pun, asal tidak terlihat mencurigakan."Tidak boleh begini, ini mencurigakan!" gumamku mencoba berpikir logis, sementara gagang pintu mulai bergerak.Tanpa buang waktu lebih lama, aku membanting tubuh ke atas kasur. Pintu terbuka tepat saat punggungku menyentuh sprei. Aku masih sempat menarik selimut asal-asalan, lalu menahan napas.Langkah kaki ibu cepat dan panik. Dalam hitungan detik, bayangannya sudah berdiri di samping tempat tidur.“Audrey, hei, bangun!” suaranya meninggi, disertai guncangan keras di bahuku.Aku memejamkan mata rapat-rapat. Mencoba tampak benar-benar tidur pulas. “Audrey! Kau kenapa? Jangan buat ibu panik!”Tubuhku diguncang lagi, lebih kuat. Akhirnya, aku memaksa diri menggeliat, m
Terakhir Diperbarui : 2026-01-02 Baca selengkapnya