Aku menoleh ke arah Sam. Tatapan pria itu juga tertuju ke arah yang sama. Namun tidak ada keterkejutan di wajahnya, hanya ketenangan yang terlalu rapi. Seolah pemandangan ini sudah dia perkirakan sejak awal. Dadaku justru makin menegang menyadari hal itu.“Mereka datang,” gumamku pelan.Sam mengangguk tipis. “Aku tahu.”Langkah mereka terdengar semakin dekat. Percakapan di sekelilingku berubah menjadi dengung samar. Musik, tawa, denting gelas, semuanya seperti menjauh. Fokusku mengerucut pada dua sosok itu saja.Seseorang di dekat kami tiba-tiba berseru dengan nada ringan, nyaris bercanda, “Bukannya itu putra Anda, Tuan?”Sam tersenyum kecil. Senyum yang sopan, terkontrol. “Benar.”Wali kota ikut tersenyum, matanya berkilat penuh makna, tetapi ia tidak menambahkan apa pun. Ada kehati-hatian di wajahnya, seolah semua orang di lingkaran itu sepakat untuk tetap merahasiakan sesuatu yang terlalu dini untuk diumumkan. Rencana perjodohan itu. Aku bisa merasakannya berputar di udara, tak ter
Terakhir Diperbarui : 2026-01-20 Baca selengkapnya