مشاركة

TAS 141

مؤلف: Sidney Fellice
last update آخر تحديث: 2025-12-31 23:46:22

Aku mematung menatap ibu dan ponsel itu bergantian. Sementara Irish yang muncul di belakangku menatap bingung pada kami.

"Ibu membersihkan kamarmu barusan dan menemukan ini. Tak mungkin itu milik orang lain."

Aku tak mampu menjawab. Ibu sangat pintar memastikan aku tak menggunakan alasan ponsel itu bukan milikku.

Ibu bersandar ke sofa, suaranya datar namun mengandung tekanan yang tak bisa diabaikan. “Kau mau jelaskan ini, Audrey? Kenapa ponsel itu ada di laci kamarmu dan berisi pesan yang..."

Dadaku berdebum. Pesan yang kukirim terakhir kali pada Sam lupa kuhapus. Saat itu aku menanyakan sikapnya yang mengacuhkanku. Yang paling buruk aku menulis kalau aku merindukannya.

Otakku kini berpacu, mencari jalan keluar yang terasa mustahil.

Irish ragu, menatapku. Aku menggigit bibir. Sementara Ibu mendorong ponsel itu ke arahku dengan ujung jarinya. “Sekarang,” katanya perlahan, “katakan padaku siapa yang memberimu ini. Dan jangan coba-coba berbohong.”

Aku masih menatap benda itu. Rasa dingin
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 141

    Aku mematung menatap ibu dan ponsel itu bergantian. Sementara Irish yang muncul di belakangku menatap bingung pada kami."Ibu membersihkan kamarmu barusan dan menemukan ini. Tak mungkin itu milik orang lain."Aku tak mampu menjawab. Ibu sangat pintar memastikan aku tak menggunakan alasan ponsel itu bukan milikku.Ibu bersandar ke sofa, suaranya datar namun mengandung tekanan yang tak bisa diabaikan. “Kau mau jelaskan ini, Audrey? Kenapa ponsel itu ada di laci kamarmu dan berisi pesan yang..."Dadaku berdebum. Pesan yang kukirim terakhir kali pada Sam lupa kuhapus. Saat itu aku menanyakan sikapnya yang mengacuhkanku. Yang paling buruk aku menulis kalau aku merindukannya.Otakku kini berpacu, mencari jalan keluar yang terasa mustahil.Irish ragu, menatapku. Aku menggigit bibir. Sementara Ibu mendorong ponsel itu ke arahku dengan ujung jarinya. “Sekarang,” katanya perlahan, “katakan padaku siapa yang memberimu ini. Dan jangan coba-coba berbohong.”Aku masih menatap benda itu. Rasa dingin

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 140

    "Apa yang kau lakukan padanya?"Nada suaranya tak lagi rendah dan tenang, tapi tajam. Meski tak berteriak, itu terdengar keras dan menghakimi."Aku?" Cindy memasang wajah terkejut, alisnya terangkat dramatis. Seolah Sam baru saja menuduhnya melakukan kejahatan besar. "Aku hanya mengajaknya mengobrol.""Mengobrol? Di jam kerja?" desis Sam tak puas dengan jawabannya.Cindy mengendikkan bahu santai. Gerakannya lamban, disengaja. "Aku tak tahu kapan kami punya waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahpahaman kami. Jadi kenapa tak sekarang saja?" Kepalanya berputar ke arahku. Seulas senyum tipis menghias bibirnya. "Bukan begitu, Audrey?"Jantungku berdentum tak beraturan. Kata-kata ancamannya beberapa menit lalu masih terasa menekan tengkukku. Aku ingin berkata tidak. Ingin berteriak bahwa ini bukan obrolan wajar. Tapi suaraku terkunci. Bibirku yang menutup rapat adalah pengkhianatan paling menyakitkan yang bisa dilakukan tubuhku pada diriku sendiri."Tak ada yang perlu kalian bahas." Sam

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 139

    Sam tidak ada di sana.Yang duduk di sofa dengan tangan bersedekap justru Cindy.Senyum sinis langsung terbit di wajahnya saat melihat keterkejutanku. Seolah momen ini telah dia tebak akan terjadi.“Silakan masuk,” katanya santai. “Atau kau mau berpura-pura salah ruangan?”Aku terpaku, baru menyadari kecerobohanku. Seharusnya aku bertanya pada Sarah siapa yang memanggilku. Namun keyakinanku tadi terlalu bulat, terlalu bodoh. Sekarang pintu telah tertutup di belakangku, sedangkan Cindy memberi isyarat singkat ke arah sofa di seberangnya agar aku duduk.Aku menghempaskan napas. Memilih tetap berdiri.“Ada apa?” tanyaku akhirnya, berusaha menjaga wajah tetap datar.“Duduk,” perintahnya dengan suara tegas. “Aku tidak punya banyak waktu.”Ingin membantah, namun kulihat Sarah mengamati kami dari seberang ruangan. Dia tampak sama penasarannya denganku. Dia pasti cemas karena tahu aku dan Cindy tidak akur. Sementara Sam sedang tidak ada di sini.Aku menarik napas dalam sebelum menurut. Ruanga

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 138

    “Apa katamu?” suaranya bergetar oleh amarah. “Berani sekali kau mengajariku menjadi ibu! Bocah sepertimu?!”Aku menatapnya lurus, jantungku berdebar keras tapi kakiku tak goyah. “Terserah Anda menangkapnya seperti apa. Tapi memang, sejauh yang terlihat... Sean tidak pernah menjadi prioritas.”Wajah Cindy memerah. “Gadis tak tahu diri!” bentaknya. “Kau pikir siapa dirimu sampai berani bicara seperti itu padaku?”Aku tidak menjawab. Tidak ada gunanya. Aku memilih melangkah masuk ke dalam rumah dan menutup pintu secepat yang kubisa.Brak!Suara gedoran langsung menghantam dari luar.“Keluar, Audrey!” teriak Cindy sambil menggedor pintu berkali-kali. “Jangan sembunyi! Dasar gadis tidak tahu malu! Kau perusak keluarga orang!”Aku menahan pintu dengan sekuat tenaga, kedua lenganku menempel pada kayu yang bergetar tiap kali dia menghantamnya.Kugigit bibirku mendengar makian Cindy. Dia mengataiku perusak keluarga bahkan sebelum tahu aku ada main dengan suaminya. Bagaimana jika nanti dia suda

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 137

    "Akhirnya kau muncul juga."Suara itu membuatku langsung menahan napas. Semakin meyakinkan aku kalau dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Entah apa, tapi ini pasti cukup mendesak karena wanita sepertinya rela mendatangi dan menungguku.Irish menyapa Cindy lebih dulu. Sikapnya sopannya sangat kaku dengan jejak segan yang jelas tak bisa dia sembunyikan.“Selamat malam, Tante Cindy,” ucapnya hati-hati.Aku bisa menebak apa yang melintas di kepalanya. Ingatan terakhir mereka jelas bukan kenangan manis. Tapi hari ketika Cindy memarahinya habis-habisan karena Sean menghilang setelah acara fashion show itu.Irish berdiri di sana sekarang bukan sebagai kenalan, tapi seperti terdakwa yang kebetulan kembali ke ruang sidang. Suasananya jadi sangat canggung.“Ada perlu apa tante sampai datang ke sini?” lanjut Irish, berusaha terdengar biasa. Meski sorot matanya terlalu waspada untuk disebut santai. “Apa ini ada hubungannya dengan Sean?”Cindy menoleh sekilas padanya. Hanya sekilas. Tatapan sing

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 136

    ​​Kepala Sam menunduk hingga dahinya menyentuh rambutku. Suara beratnya bergetar halus. “Aku sungguh takut kau akan terluka lebih dalam jika tetap di sisiku.”Aku mendongak, memaksa mataku bertemu dengannya. “Aku sudah terluka, Sam. Bukan oleh hal yang kau takuti, tapi karena kau menjauh.”Aku melihat air mukanya yang mengeruh setelah mendengar kata-kataku. Cara bahunya jatuh dan cara matanya memerah kini jelas berarti penyesalan.Saat ini dia tidak sedang menjadi ayah, suami, atau pria yang bertanggung jawab atas segalanya. Dia hanya pria yang takut kehilangan perempuan yang dia cintai. Dan itu membuatku sangat bersyukur. “Aku bisa menunggu,” kataku mantap. “Kita bisa berhati-hati. Kita bisa menyembunyikan ini sampai waktunya tepat. Aku tidak akan lagi memaksamu memilih.”Tanganku naik ke tengkuknya, ibu jariku menyentuh kulitnya yang hangat. Gerakan kecil, intim, penuh keputusan.“Tapi satu hal,” lanjutku, menatapnya tanpa berkedip. “Kau tidak boleh mengabaikanku lagi.”Sam menahan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status