Menjelang malam, pesisir pantai resort keluarga Limantara tampak lengang. Di dalam kamar nomor 209, Reva berdiri di depan cermin, menatap bayangannya sendiri dengan perasaan yang sulit dijabarkan. Setelah menimbang-nimbang, ia memutuskan untuk mengenakan gaun pantai. Warna hijau muda membuat kulit Reva tampak lebih cerah. Rambut hitamnya yang biasa diikat praktis, kini ia biarkan tergerai bebas, jatuh bergelombang di bahunya. Reva memulas wajah dengan riasan ala kadarnya yang ia bawa di dalam tas. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran yang lebih kencang daripada ombak di luar sana. "Hanya makan malam biasa, Reva. Jangan berpikir macam-macam," gumam Reva meyakinkan diri. Ketika ia membuka pintu, seorang petugas resort sudah menunggu di depan pintu kamarnya. "Mari saya antarkan ke pantai, Nona Reva." Dengan sikap yang sangat sopan, pria itu memandu Reva menuruni tangga, langsung menuju ke area pantai privat. Di kejauhan, di atas hamparan pasir putih, Reva mel
Magbasa pa