Aya mengatur napasnya sejenak, menekan semua rasa was-was yang mendera."Iya, ini saya, Cahaya," jawab Aya berusaha menormalkan nada suaranya."Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan Kageo. Saya sengaja menelepon di pagi hari untuk membuat janji dengan Anda," lanjut Aya dengan tenang."Janji? Kukira, kau ingin menanyakan sesuatu, Dokter," balas Kageo penuh sindirian halus. Di dalam hati, Aya tahu ke mana arah pembicaraan ini. Namun, ia tidak boleh terpancing. Sengaja, ia berpura-pura mengabaikan lukisan mawar berdarah yang dikirimkan Kageo Limantara. Jangan sampai pria itu merasa menang.Mengikuti nasihat Dokter Larisa, ia harus tetap berani dan menjadi sosok yang paling memahami Kageo."Saya menjadwalkan sesi terapi untuk Anda hari ini. Berdasarkan catatan dari Dokter Xavier sebelumnya, saya menyarankan sesi dilakukan dengan metode Outdoor Exposure Therapy."Di seberang sana, terdengar tawa rendah yang meremehkan. "Terapi luar ruangan secara tiba-tiba?" tutur Kageo curiga. "Kau ingin me
Read more