Di sudut lain kota, tepatnya di dalam sebuah klinik psikiatri eksklusif, seorang gadis sedang sibuk menata rekam medis pasien. Sebagai dokter muda yang menjalani stase psikiatri, Aya, begitu biasanya ia dipanggil, selalu berusaha tampil tenang. Akan tetapi, hari ini, ketenangan Aya seakan diuji hingga ke batas maksimal. Suasana klinik yang biasanya teratur tiba-tiba pecah oleh dering telepon, disertai kasak-kusuk para perawat dan resepsionis di meja depan.Tak berselang lama, terdengar derap langkah yang memasuki ruangan. Seorang dokter senior bernama Dokter Larisa, menghampiri Aya dengan langkah tergesa."Cahaya, kita harus bicara.” "Iya, Dok? Ada apa?" Aya mendongak, merapikan kacamata yang sedikit merosot di hidungnya."Ada pasien VIP, biasanya berkonsultasi dengan Dokter Xavier. Dia memaksa datang sekarang juga untuk konsultasi darurat. Dia tidak mau tahu kalau Dokter Xavier masih di luar negeri,” pungkas Dokter Larisa tanpa jeda.“Aku minta tolong padamu untuk menemaninya dulu.
Magbasa pa