"Hem,” jawab Dastan singkat.Melihat reaksi datar dari sang kakak, Rezon pun melanjutkan. "Aku akan berangkat sekarang ke resepsi temanku bersama Moza."Dalam hati, Moza merasa was-was. Dia memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Dastan, khawatir percikan konflik akan meletus di depan matanya. Secara refleks, Moza melepaskan gandengannya dari lengan Rezon, merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.Di saat bersamaan, suara Abigail menyelamatkan situasi. "Papa!" teriaknya dari atas tangga sebelum berlari kecil menuruni anak tangga.Melihat putrinya, wajah Dastan yang keras langsung melunak. Dia menoleh kembali ke Rezon,"Berangkatlah. Tapi, jangan pulang terlalu malam. Abigail biasanya menunggu Moza untuk tidur.""Ya, Kak. Aku juga ada operasi besok pagi, jadi tidak akan lama," jawab Rezon patuh.Seakan baru saja lolos dari penghakiman, Rezon segera mengajak Moza pergi. Kali ini, dia yang lebih dulu meraih tangan Moza dan menggandengnya dengan erat.Moza pun tidak berani menengok
Terakhir Diperbarui : 2025-11-24 Baca selengkapnya