Moza menggeser badannya dari lantai, mencoba menenangkan detak jantungnya yang menggila.Ia pun memutuskan untuk menenangkan diri sebelum bertindak. Dan, hal pertama yang terlintas di benaknya adalah sang putra, Kayden.Tanpa ragu, Moza mengambil ponselnya dan menekan nomor Henry. Setelah beberapa nada sambung, suara pria muda itu terdengar dari seberang."Kak Moza, Kayden baru selesai mandi. Mau bicara dengannya?""Ya, tolong, Henry."Tak lama, suara kecil yang ceria menyambut Moza. "Mama!""Kay, sudah siap untuk karyawisata besok?" tanya Moza, mencoba menahan getar rindu di suaranya “Sudah. Aku menyiapkan banyak bekal karena besok ada acara tukar makanan.”Moza tersenyum tipis, rasa hangat menjalar di hatinya. "Bagus, Sayang. Ingat, Kay, jangan makan kacang ya. Makanan yang ditukar dari teman, pastikan tidak ada kacang.""Iya, Mama, aku ingat!" jawab Kayden mantap. Kemudian, nada suaranya berubah menjadi penuh rahasia. "Mama sudah bertemu dengan Paman yang akan mencari Papa?"Dara
Last Updated : 2025-12-03 Read more