Di mansion, Dastan duduk di tepi tempat tidur putrinya sembari memegang buku dongeng. Suaranya yang biasanya penuh wibawa, kini berusaha mengalun pelan. Dastan membacakan dongeng tentang peri baik hati untuk menghibur Abigail. Namun, ritmenya tanpa sadar semakin cepat."Papa, ulangi lagi. Papa membaca terlalu cepat," protes Abigail, matanya mulai mengantuk."Iya, Sweety,” jawab Dastan tersadar. Lekas saja, ia memperlambat tempo membaca sambil memberikan penekanan pada setiap kata agar lebih bernyawa. Saat dongeng berakhir dengan happy ending, Abigail tiba-tiba mendongak."Papa, kalau Tante Moza lama pulangnya, kita susul saja. Lagi pula, aku akan menerima rapor dan libur sekolah.”Dastan membetulkan letak selimut Abigail, lalu mengelus puncak kepala putrinya itu. "Kita lihat nanti, Sweety. Sekarang, tidur dulu."Tak lama, Abigail terlelap dengan tenang. Dastan mencium kening putrinya sebelum bangkit dan keluar dari kamar.Ketika Dastan menutup pintu, ia mendapati Rezon sedang bers
Last Updated : 2025-12-09 Read more